
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang resmi memulai babak baru kolaborasi strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Prosesi tersebut berlangsung di Gedung Rektorat Kampus II Lidah Wetan pada Kamis, 26 Februari 2026, dengan fokus utama pada implementasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, serta Teknologi Informasi dan Komunikasi Unesa, Dwi Cahyo Kartiko menekankan bahwa kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen Unesa sebagai kampus berdampak. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi tidak lagi sekadar seremonial, melainkan harus menghasilkan luaran yang terukur.
"Bentuk kerja sama saat ini diarahkan untuk menghasilkan implementasi yang jelas serta publikasi yang terdokumentasi dengan baik. Hal ini sejalan dengan komitmen Unesa untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional," ujar guru besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) itu.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa sinergi ini mencakup kolaborasi penelitian untuk meningkatkan reputasi kelembagaan, pengabdian masyarakat guna memperkuat kapasitas usaha lokal, hingga program mobilitas akademik. Melalui kerja sama ini, mahasiswa Unesa diharapkan mendapatkan kesempatan untuk mendalami kekayaan budaya serta potensi wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT).

www.unesa.ac.id
Gayung bersambut, Rektor Universitas Kristen Artha Wacana, Godlief F. Neonufa menyambut antusias kemitraan ini. Ia memandang Unesa sebagai mitra strategis dalam memperkuat kapasitas akademik dan riset guna mendukung pengembangan wilayah Indonesia Timur.
Menurutnya, NTT memiliki potensi riset yang sangat luas, mulai dari sektor pariwisata, ketahanan pangan, hingga energi terbarukan.
“Kolaborasi ini ditujukan agar kedua kampus dapat bersama-sama memajukan pembangunan dan mengembangkan sumber daya manusia di wilayah timur Indonesia. Kami siap menyiapkan topik penelitian yang sesuai dengan kekayaan sumber daya lokal di NTT,” ucapnya.
Dalam forum diskusi tersebut, kedua pihak sepakat untuk menindaklanjuti kerja sama melalui aksi nyata. Beberapa poin krusial yang dibahas meliputi riset ketahanan pangan melalui rencana pembangunan pusat riset umbi-umbian khas NTT.
Selain itu, Unesa melalui LPPM mendorong penyusunan daftar topik riset bersama serta dukungan pembukaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) bidang olahraga di Kupang.
Sinergi ini juga akan menyentuh aspek pengembangan SDM melalui diklat dosen, sertifikasi profesi, dan layanan bahasa. Unesa siap berkolaborasi untuk sama-sama meningkatkan publikasi melalui program manuscript clinic.
Sebagai langkah pengabdian, kedua institusi berencana melaksanakan KKN kolaboratif yang menyasar pulau-pulau kecil di NTT guna memperkuat sektor literasi, kesehatan, dan UMKM lokal. ][
***
Reporter: Ahmad Daffa F. (FT)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: